Bikin Deskripsi Paket Wisata & Aktivitas Multibahasa dengan Claude Code
Cara pelaku usaha wisata membuat deskripsi paket multibahasa pakai Claude Code, lengkap template prompt dan skrip verifikasi.
Menjelang musim ramai, seorang kenalan yang punya sanggar keramik datang minta tolong. “Minggu depan tamu asing mulai membludak, tapi deskripsi paket dalam bahasa Inggris belum ada satu pun.”
Dia sempat mengandalkan tombol terjemahan otomatis di OTA (situs pemesanan wisata), dan hasilnya kacau. Istilah “roda pembentuk gerabah” jadi kata aneh yang bukan “potter’s wheel”, dan durasi “90 menit” malah hilang sama sekali. Mau minta staf yang bisa bahasa asing membetulkan? Orang itu cuma datang dua hari seminggu.
Pemesanan tidak penuh. Email pertanyaan masuk dalam bahasa Inggris: “Berapa biaya pembatalannya?” Menulis satu balasan saja makan waktu 30 menit. Situasi “kehilangan peluang gara-gara tembok bahasa” seperti ini sangat lazim di usaha wisata dan aktivitas.
Di artikel ini saya tuliskan langkah menyerahkan pembuatan deskripsi itu ke Claude Code, sebatas yang benar-benar sudah saya coba. Ini bukan sihir. Tapi pekerjaan yang tadinya setengah hari jadi 30 menit, itu hal yang biasa terjadi.
Poin penting
- “Pembuatan deskripsi paket dalam beberapa bahasa” di usaha wisata bisa dipangkas berhari-hari kalau Anda menyerahkan seluruh alurnya, bukan cuma kalimatnya, ke Claude Code.
- Bedanya dengan tombol terjemahan: Anda bisa mengunci dulu informasi yang “tidak boleh berubah” (nama khas, durasi, aturan pembatalan) dalam bentuk tabel sebelum diterjemahkan.
- Saya sertakan template prompt yang bisa langsung disalin, plus skrip verifikasi yang menangkap angka yang hilang secara otomatis.
- Garis batasnya jelas: mana yang diserahkan ke AI, dan mana yang wajib diperiksa manusia (harga, keselamatan, ketentuan hukum).
- Aturan pertama yang dipatok: data pemesanan yang memuat data pribadi tidak diserahkan ke AI.
Siapa pembacanya dan bagaimana alur kerja sehari-hari
Pembaca yang saya bayangkan begini: pelaku usaha kecil yang menjual “pengalaman” seperti keramik, batik, kunjungan kebun kopi, SUP, pemandu desa wisata, atau sewa pakaian adat. Stafnya cuma beberapa orang, tidak ada tim pemasaran khusus. Pemilik atau kepala outlet mengurus semuanya, dari atur pemesanan sampai melayani tamu.
Kalau alur pembuatan deskripsi dijabarkan, kira-kira begini.
- Merancang paket aktivitas baru (misalnya panen musiman)
- Menulis deskripsi dalam bahasa Indonesia (durasi, harga, bawaan, titik kumpul)
- Mendaftarkannya ke OTA atau situs sendiri
- Menerjemahkan ke bahasa Inggris, Mandarin, Korea, sesuai profil tamu
- Membalas pertanyaan masuk dalam bahasa tersebut
- Memperbarui semua bahasa setiap isi paket berubah
Masalahnya ada di langkah 4 dan 6. Kalau dikerjakan manual, makin banyak bahasa, makin berat secara eksponensial. Kalau ada 5 bahasa, setiap revisi harga berarti 5 kali kerja yang sama. Lupa satu titik saja, di lapangan bisa jadi keluhan: “Di situs tertulis Rp150.000.”
Pekerjaan ulang dan keluhan yang sering muncul
Berikut pola “kerja jadi diulang” yang saya lihat langsung di lapangan. Banyak yang khas usaha wisata dan aktivitas.
- Tombol terjemahan merusak nama khas. Nama kerajinan lokal jadi terjemahan yang tidak nyambung buat pembaca.
- Angka seperti durasi atau kuota peserta hilang atau berubah saat diterjemahkan.
- Kebijakan pembatalan atau syarat pendamping untuk anak di bawah umur diterjemahkan kabur, padahal langsung memicu sengketa.
- Penjelasan latar budaya kurang, sehingga tamu asing tidak bisa membayangkan “apa yang sebenarnya dialami”.
- Karena 5 bahasa direvisi terpisah, salah satunya menyimpan informasi lama.
Semua ini terjadi bukan karena “kualitas terjemahan”, melainkan karena “kurang persiapan sebelum menerjemahkan”. Justru karena itu, mengunci alurnya dengan alat seperti Claude Code sangat efektif.
Apa yang berubah sebelum dan sesudah pakai Claude Code
Saya buat tabel perbandingan. Angka ini perkiraan dari pengalaman di sanggar kenalan saya.
| Item | Sebelum (tombol terjemahan + koreksi manual) | Sesudah (menyerahkan alur ke Claude Code) |
|---|---|---|
| Waktu membuat 1 paket dalam 5 bahasa | sekitar 3-4 jam | sekitar 30-40 menit |
| Nama khas & angka rusak | sering terjadi | dikunci template, dideteksi skrip |
| Revisi saat harga berubah | 5 bahasa dikerjakan manual satu per satu | data sumber diubah 1 titik lalu dibuat ulang |
| Draf balasan pertanyaan | 30 menit per email | beberapa menit (manusia cek akhir) |
Waktu yang terpangkas itu sendiri besar, tapi menurut saya perubahan terpenting adalah “lupa merevisi jadi berkurang”. Begitu informasi dirangkum di satu tempat sebelum diterjemahkan, kesalahan jadi sulit muncul secara struktural.
Perkiraan ROI sederhana
Mari hitung kasar. Misalkan seorang staf dengan upah setara Rp40.000 per jam membuat 3 paket dalam 5 bahasa setiap bulan.
- Sebelum: 1 paket 3 jam x 3 paket = 9 jam/bulan = sekitar Rp360.000
- Sesudah: 1 paket 0,5 jam x 3 paket = 1,5 jam/bulan = sekitar Rp60.000
- Selisih: sekitar Rp300.000 per bulan, setara Rp3,6 juta setahun
Di atas itu masih ada penghematan waktu balasan pertanyaan dan pemulihan peluang yang tadinya hilang. Biaya langganan Claude Code tergantung cara pakai, tapi pada skala ini, terus terang, modalnya cepat balik. Angkanya berubah sesuai skala usaha, jadi ganti dengan jumlah paket dan upah staf Anda sendiri.
Tiga contoh penggunaan nyata
Mulai dari sini inti pembahasannya. Saya beri tiga situasi yang bisa langsung dipakai di usaha wisata dan aktivitas.
Contoh 1: Membuat deskripsi paket dalam 5 bahasa sekaligus
Begitu Anda menulis satu deskripsi paket baru dalam bahasa Indonesia, terjemahkan sekaligus ke bahasa Inggris, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, dan Korea. Kuncinya: sebelum diterjemahkan, serahkan “informasi yang tidak boleh berubah” dalam bentuk tabel. Cuma dengan ini, kerusakan terjemahan berkurang drastis.
Pakai format daftar periksa untuk mengunci item yang wajib ada di setiap deskripsi, supaya hasilnya stabil.
- Nama aktivitas (nama khas ditulis bahasa asli + penjelasan singkat)
- Durasi dan kuota peserta
- Harga (tulis jelas sudah termasuk pajak atau belum)
- Titik kumpul, stasiun/halte terdekat, jarak jalan kaki
- Bawaan dan pakaian
- Kebijakan pembatalan
- Batas usia dan syarat pendamping
Contoh 2: Draf balasan email pertanyaan dalam beberapa bahasa
Pertanyaan langganan seperti “Bagaimana kalau hujan?” atau “Boleh bawa anak kecil?” sebaiknya dibuatkan template jawaban dalam beberapa bahasa, supaya membalas jadi sekejap. Beri Claude Code daftar FAQ lama dan arah jawaban, lalu minta draf per bahasa. Sebelum dikirim, manusia membacanya sekali. Begitu alurnya.
Contoh 3: Mengganti deskripsi sesuai musim atau acara
Misalnya “Pemandu Musim Panen Kopi” atau “Tanam Padi Musim Hujan”, saat deskripsi paket yang sama perlu diperbarui per musim. Struktur asli tetap, hanya gambaran musim dan keterangan foto yang diganti. Ini pun, kalau alurnya diserahkan, bisa dirapikan untuk semua bahasa sekaligus.
Mana yang diserahkan ke AI, mana yang manusia putuskan
Bagian ini batasnya harus jelas. Saya pisahkan pekerjaan yang boleh diserahkan dan pekerjaan yang manusia bertanggung jawab penuh.
| Pekerjaan | Penanggung jawab | Alasan |
|---|---|---|
| Terjemahan kasar & multibahasa deskripsi | AI | cepat dan cukup bagus sebagai draf awal |
| Menambah penjelasan latar budaya | AI | jago menyusun ulang untuk tamu asing |
| Cek akhir harga & keterangan pajak | Manusia | salah berarti refund dan keluhan |
| Aturan pembatalan & ketentuan hukum | Manusia | tiap negara punya kewajiban penulisan berbeda |
| Penjelasan keselamatan & risiko (api, pisau, air) | Manusia | menyangkut tanggung jawab saat kecelakaan |
| Penanganan data pribadi pemesan | Manusia | dari awal memang tidak diserahkan ke AI |
Aturan saya sederhana: “Setiap kalimat yang menyangkut uang, keselamatan, dan hukum wajib dibaca manusia dengan suara keras.” Kalau bagian ini diabaikan, ongkos yang dibayar belakangan melebihi waktu yang sempat dihemat.
Template prompt yang bisa langsung disalin
Pertama, prompt untuk “mengunci informasi” yang jadi pondasi terjemahan. Bisa langsung Anda tempel ke Claude Code. Triknya: serahkan dulu nama khas dan angka dalam bentuk tabel di awal.
Anda adalah copywriter multibahasa untuk usaha wisata dan aktivitas.
Terjemahkan paket aktivitas berikut ke bahasa Inggris, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, dan Korea.
# Informasi yang TIDAK BOLEH diubah (angka & nama khas)
- Nama aktivitas: Melukis porselen Kutani (Kutani-yaki porcelain painting)
- Durasi: 90 menit
- Kuota: 6 orang per sesi
- Harga: Rp450.000 (sudah termasuk pajak & bahan)
- Titik kumpul: 5 menit jalan kaki dari Stasiun Kanazawa, pintu Kenrokuen
- Pembatalan: H-1 setelah pukul 18.00 dikenai 50%, hari-H 100%
- Sasaran: usia 6 tahun ke atas (di bawah umur wajib didampingi wali)
# Deskripsi bahasa Indonesia (jadikan ini sumber terjemahan)
(tempel teks bahasa Indonesia di sini)
# Aturan
- Angka dan nama khas di atas tidak diubah sehuruf pun. Satuan harga juga dipertahankan.
- Nama khas ditulis ejaan latin bahasa asli + penjelasan singkat.
- Tiap bahasa ditampilkan dengan urutan: judul, isi, aturan pembatalan.
- Latar budaya yang sulit dibayangkan tamu asing boleh ditambah satu kalimat saja.
- Di akhir keluaran, laporkan dalam poin bila ada bagian yang dihilangkan atau diubah.
Untuk balasan pertanyaan, pakai template ini.
Buatkan draf balasan yang sopan dalam bahasa Inggris dan Korea untuk pertanyaan berikut.
Jangan menebak fakta (harga, ketersediaan); tulis "akan kami konfirmasi dan kabari kembali".
Tanda tangan ditulis "Tim Staf Sanggar Aktivitas (nama)".
# Isi pertanyaan
(tempel di sini)
Skrip verifikasi yang menangkap kelalaian secara otomatis
Begitu terjemahan kembali, memeriksa secara manual apakah angka harga dan durasi masih ada di semua bahasa itu melelahkan. Maka saya pakai skrip kecil yang mengecek apakah kata kunci wajib masih ada di tiap berkas bahasa. Bisa jalan asal ada Node.js.
Simpan hasil terjemahan paket di folder translations/ sebagai en.txt, zh.txt, dan seterusnya, lalu jalankan berikut.
// check-translations.mjs
import { readFile, readdir } from "node:fs/promises";
import path from "node:path";
// Nilai yang "kalau rusak repot" dan wajib ada di semua bahasa
const mustInclude = ["450.000", "90", "6"];
const dir = "./translations";
const files = (await readdir(dir)).filter((f) => f.endsWith(".txt"));
let ng = 0;
for (const file of files) {
const text = await readFile(path.join(dir, file), "utf8");
const missing = mustInclude.filter((kw) => !text.includes(kw));
if (missing.length > 0) {
ng++;
console.log(`NG ${file}: nilai yang hilang -> ${missing.join(", ")}`);
} else {
console.log(`OK ${file}`);
}
}
if (ng > 0) {
console.log(`\n${ng} berkas kehilangan nilai. Mohon diperiksa manusia.`);
process.exit(1);
}
console.log("\nSemua nilai wajib terkonfirmasi di seluruh bahasa.");
Cara menjalankannya cukup ini.
node check-translations.mjs
Kalau 450.000 (harga), 90 (durasi), atau 6 (kuota) hilang dari salah satu terjemahan, langsung muncul NG. Ini bukan jaminan mutu yang sempurna, tapi kecelakaan paling menakutkan, yaitu “angka hilang seluruhnya”, pasti tertangkap. Ganti isi mustInclude dengan nilai paket Anda sendiri.
Soal cara menyusun prompt seperti ini, baca juga praktik prompt engineering dan tips meningkatkan produktivitas untuk pekerjaan berulang, supaya pemahamannya lebih dalam.
Catatan data pribadi dan keamanan
Usaha wisata dan aktivitas menangani data pemesanan, jadi bagian ini tidak bisa dilewati.
- Nama, nomor telepon, email, dan info kartu kredit pemesan jangan ditempel ke prompt. Pembuatan deskripsi tidak butuh data pribadi.
- Saat membuat balasan pertanyaan pun, sensor dulu data pribadi tamu sebelum diserahkan.
- Sebagai aturan internal, buat daftar “informasi yang boleh dan tidak boleh diserahkan ke AI”. Kalau ditulis di CLAUDE.md, Anda tidak perlu bingung tiap kali. Cara menulisnya bisa dilihat di praktik terbaik CLAUDE.md.
- Terjemahan yang dihasilkan wajib dicek akhir oleh manusia sebelum dipublikasikan, terutama harga dan ketentuan hukum.
Buat pelaku usaha yang belum terbiasa dengan Claude Code, sebaiknya baca dulu cara memulai untuk non-engineer dan panduan dasar, supaya langkah di artikel ini mudah dicerna. Untuk aturan penulisan terkait iklan dan perlindungan konsumen, periksa lebih dulu lewat sumber resmi seperti situs Otoritas Jasa Keuangan atau lembaga terkait di negara tujuan tamu Anda.
Pertanyaan umum
T. Apa bedanya yang besar dengan tombol terjemahan? J. Tombol terjemahan hanya “menerjemahkan kalimat”. Claude Code bisa diserahi seluruh alurnya: mengunci informasi penting dalam tabel sebelum diterjemahkan, meminta laporan bagian yang dihilangkan setelah diterjemahkan, lalu mengecek angka secara otomatis. Bedanya, titik rawan ditutup lebih dulu.
T. Kalau saya tidak bisa baca bahasa Inggris, bisakah memeriksa mutu terjemahan? J. Tidak bisa sepenuhnya, tapi apakah angka, nama khas, dan aturan pembatalan masih ada bisa ditangkap otomatis dengan skrip verifikasi di atas. Untuk cek susunan kalimat akhir, lebih aman melibatkan staf penutur asli atau pemeriksa luar sekali.
T. Sampai berapa bahasa bisa ditangani? J. Ini bukan soal batas jumlah bahasa, melainkan kesiapan untuk memeriksanya. Mulai dari 2-3 bahasa dengan tamu terbanyak, dan tambah setelah Anda sanggup mengelolanya.
T. Kalau harga atau paket berubah, apakah harus mengulang semuanya? J. Tidak. Cukup ubah satu titik angka di data sumber, lalu buat ulang dengan prompt yang sama. Ini selisih terbesar dibanding kerja manual: pekerjaan ulang setiap revisi nyaris hilang.
T. Saya ingin menerapkannya untuk seluruh perusahaan, mulai dari mana? J. Coba dulu pada satu paket, lalu konfirmasi penghematan waktu dan mutunya secara internal. Kalau ingin berkonsultasi sampai ke penyatuan ke alur kerja dan aturan internal, lihat pelatihan & konsultasi. Buat yang ingin belajar mandiri dulu, silakan mulai dari materi & PDF gratis.
Hasil setelah saya coba sendiri
Pakai paket dari sanggar keramik kenalan saya, saya benar-benar membuat 4 bahasa (Inggris, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Korea) dari satu deskripsi bahasa Indonesia. Ada tiga hal yang saya cek.
Pertama, mempertahankan angka. Setelah mengunci harga “Rp450.000” dan durasi “90 menit” dalam tabel, keempat bahasa menyimpan angkanya. Skrip verifikasi pun menampilkan OK di semua berkas. Pada versi uji coba tanpa tabel, hanya menyerahkan isi teks, angka kuota peserta jatuh di versi Korea, dan di situ saya kembali sadar “persiapan itu 90 persennya”.
Kedua, tambahan latar budaya. Untuk “Kutani-yaki”, versi Inggris menambahkan satu kalimat alami seperti “a traditional colorful porcelain from Ishikawa”, sehingga tamu asing lebih mudah membayangkan apa yang dialami.
Ketiga, durasi pengerjaan. Pembuatan 5 bahasa yang tadinya setengah hari selesai sekitar 35 menit, termasuk prompt dan verifikasi. Terakhir, hanya harga dan aturan pembatalan yang saya baca ulang dengan suara keras sebelum dipublikasikan. Waktu yang terhemat saya pakai untuk memotret ulang foto, itu kesan jujur dari lapangan. Bukan alat serbabisa, tapi sebagai alat untuk menggerakkan “pekerjaan yang macet karena tembok bahasa” di usaha wisata dan aktivitas, ini lebih dari cukup meyakinkan.
PDF gratis: cheatsheet Claude Code
Masukkan email dan unduh satu halaman berisi command, kebiasaan review, dan workflow aman.
Kami menjaga datamu dan tidak mengirim spam.
Tentang penulis
Masa
Engineer yang berfokus pada workflow Claude Code praktis dan adopsi tim.
Artikel terkait
Checklist Permission Sebelum Claude Code Mengedit Situs Klien
Panduan agensi untuk membatasi area read-only, editable, dan forbidden saat memakai AI.
Ubah Bug Report Support SaaS Jadi Langkah Reproduksi dengan Claude Code
Workflow support untuk mengubah tiket kabur menjadi repro step, bukti, dan memo developer.
Rutinitas 10 Menit: Ubah Catatan Obsidian Lama Jadi Brief Kerja Claude Code
Catatan Obsidian jadi sampah saat ditempel ke AI? Pilah jadi fakta, keputusan, dan hal belum pasti agar Claude Code langsung bekerja.